Diberdayakan oleh Blogger.
selamat datang di blog saya
RSS

pengertian antropologi kesehatan menurut ahli


TUGAS ANTROPOLOGI
“PENGERTIAN ANTARPOLOGI KESEHATAN MENURUT AHLI”
DOSEN PENGAMPU : WITTIN KHAIRANI,S.Pd, MPH


DISUSUN OLEH :
-JUITA BR NAINGGOLAN
-SANDRA DWI ULVA
-RAFIKA AFRILIA MANULLANG
- DEVI ANDRIANI
- YULIA ARISKA
-ULPA NURHOLIZA
-EKA FITRIANA
-BELLA DWI PANGESTI
-JULI HARMALINA
TINGKAT : 1.B
PROGRAM STUDI : DIII KEPERAWATAN
KELPMPOK : 1
                   LEMBAR PENGESAHAN
Makalah yang berjudul: PENGERTIAN ANTROPOLOGI KESEHATAN MENURUT PARA AHLI “mahasiswa politeknik kesehatan jambi telah disahkan dan disetujui pada :
            Hari: Jumat
            Tanggal: 7 september 2018
                                                                                                Disetujui oleh:



Pembimbing
                                                                                   

WITTIN KHAIRANI,S.Pd, MPH
197011211996032001












DAFTAR ISI         
Kata pengantar   .......................................................................................
Daftar isi                                                                                                                            
Bab I pendahuluan ...................................................................................
A.    Latar belakang................................................................................
B.     Rumusan masalah..........................................................................
C.     Tujuan penelitian............................................................................
D.    Manfaat penelitin...........................................................................
Bab II Pembahasan...................................................................................
BAB III Penutup                                                                                                              
A.    Kesimpulan....................................................................................
B.     Saran                                                                                                                    
BAB IV Daftar pustaka...............................................................................




Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.








BAB I : PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Antropologi adalah ilmu tentang manusia. Para  ahli antropologi (antropolog) sering mengemukakan bahwa antropologi merupakan studi tentang umat  manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian ataupun pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia
Antropologi adalah disiplin ilmu yang meneliti dan menganalisa berbagai cara hidup manusia dan berbagai sistem tindakan manusia, dengan aspek belajar tang merupakan aspek pokoknya. Hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan. Dalam ilmu antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Misalnya segala kemampuan manusia yang tidak merupakan bawaan dari alam (disebut juga naluri, karena sudah terprogram di dalam gennya, seperti halnya pada hewan), tetapi harus dikuasainya dengan belajar. Contoh: manusia makan pada waktu-waktu tertentu yang dianggap wajar dan pantas; ia makan menggunakan alat-alat, cara-cara, serta sopan-santun atau protokol yang terkadang sangat rumit, yang harus dipelajarinya dengan susah payah. Ini berkaitan dengan filsafat, ketika belajar maka tidak lepas dari memikirkan sesuatu lebih mendalam demi mencapai kebenaran.
Antropologi menggunakan bahan berupa fakta-fakta yang berasal dari sebanyak mungkin masyarakat dan kebudayaan yang berbeda-beda, harus menggunakan berbagai metode komparatif untuk mendapatkan suatu ciri umum yang biasanya ditentukan dengan cara mencari perumusan-perumusan yang menyatukan berbagai hubungan yang mantap antara fakta-fakta.

B.   RUMUSAN MASALAH
1.    Apa yang di maksud dengan antropologi secara umum ?
2.    Bagaimana hubungan antara budaya & kesehatan ?
3.    Pengerian antarpologi menurut para ahli ?

C.   Tujuan penelitian
·        Agar mahasiswa mampu menganalisis hubungan antarpologi dengan ilmu kesehatan masyarakat
·        Agar mengetahui tugas akhir yang di berikan dosen ke mahasiswa






Bab II  : PEMBAHASAN

1.    Pengertian antarpologi
Secara umum antar pologi ialah salah satu lembaga ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antarpologi muncul berawal dari ketertarikan orang orang eropa yang melihat cii- ciri adat istiadat, fisik, budaya yang sangat berbeda dari apa yang di kenal di eropa.
Antarpologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal dalam arti kepatutan masyarakat yang tinggal di daerah yang sama, antarpologi mirip seperti sosiologi tapi pada sosiologi lebih menitikberatkan atau fokus pada masyarakat dan kehidupan sosial
2.       HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DAN KESEHATAN
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Mengacu pada esensi budaya, nilai budaya sehat merupakan bagian yang tak terpisahkan akan keberadaanya sebagai upaya mewujudkan hidup sehat dan merupakan bagian budaya yang ditemukan secara universal. Dari budaya pula, hidup sehat dapat ditelusuri. Yaitu melalui komponen pemahaman tentang sehat, sakit, derita akibat penyakit, cacat dan kematian, nilai yang dilaksanakan dan diyakini di masyarakat, serta kebudayaan dan teknologi yang berkembang di masyarakat.
Pemahaman terhadap keadaan sehat dan keadaan sakit tentunya berbeda di setiap masyarakat tergantung dari kebudayaan yang mereka miliki. Pada masa lalu, ketika pengetahuan tentang kesehatan masih belum berkembang, kebudayaan memaksa masyarakat untuk menempuh cara “trial and error” guna menyembuhkan segala jenis penyakit, meskipun resiko untuk mati masih terlalu besar bagi pasien. Kemudian perpaduan antara pengalaman empiris dengan konsep kesehatan ditambah juga dengan konsep budaya dalam hal kepercayaan merupakan konsep sehat tradisional secara kuratif.
Sebagai contoh pengaruh kebudayaan terhadap masalah kesehatan adalah penggunaan kunyit sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kuning (hepatitis) di kalangan masyarakat Indonesia. Masyarakat menganggap bahwa warna penyakit pasti akan sesuai dengan warna obat yang telah disediakan oleh alam. Kemudian contoh lainnya adalah ditemukannya system drainase pada tahun 3000 SM di kebudayaan bangsa Kreta, dan bangsa Minoans. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan pengetahuan serta teknologi sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

            sedangkan menurut para ahli ialah:
v  Ralf Beals dan Harry Holjen
 adalah Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan semua apa yang dikerjakannya.
v  Darwin
 adalah The drigin species “antrpologi fisik berkembang pesat dengan melakukan penelitian-penelitian terhadap asal muladan perkembangan manusia. Manusia aslanya monyet karena makhluk hidup mengalami evaluasi antropologi ingin membuktikan dengan melakukan berbagai peneliti terhadap kita dan monyet diseluruh dunia”.
v  William A Haviland
 adalah Antropologi adalah yang mempelajari ummat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
v  David Hunter
adalah Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang ummat islam.
v  Koentjaraniggrat
Adalah ilmu yang mempelajari umat manusi pada umumnya dengan mempelajari sebuah keanekaragaman warna, fisik, masyarakat dan keberadaan yang di hasilkan.









BAB III : PENUTUP

KESIMPULAN
            Atarpologi kesehatan berdasarkan depinisi dari beberapapa ahli bisa ditarik kesimpulan bahwa antarpologi kesehatan adalah studi tentang kesehatan manusia berupa pencegahan, pengobatan, dan penyembuhan peyakit baik masalalu maupun maa kini yang berhubungan dengan kulural dan biologis dan melibatkan berbagai maca disiplin ilmu.
            Antarpologi kesehatan mempelajari sosial kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya baik sakit yang berhubungan degan kepercayaan, kekuatan, penyembuhan penyakit.

Saran
Sebagai individu yang berperan dalam kesehatan masyarakat, pemahaman akan budaya masyarakat sangat penting dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat.




















Daftar pustaka
Idas, (10 november 2015),”definisi dan ppengertian menurut para ahli” {online}, 2015 available : http:/www.defiinisi-pengertian.com/2015/03/definisi-data:pengertian-informasi.html


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar